Alkisah Dimulai Dari Sebuah Koin Yang Penyok
Cari Berita

Advertisement

Alkisah Dimulai Dari Sebuah Koin Yang Penyok

Sabtu, 28 Januari 2017

Alkisah Dimulai Dari Sebuah Koin Yang Penyok


Ruang Wanita, Alkisah Seorang lelaki berjalan tak tentu 4rah dg rasa putus asa. Kondisi keuangan keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalan4n sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk & menggerutu kecew4. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".
Alkisah Dimulai Dari Sebuah Koin Yang Penyok
Koin Kuno

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank, "Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp 300.000.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp 300.000, untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari Rp 1 juta untuk ditukar dengan kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya Rp 2 jt. Lelaki itu ragu - ragu, lalu Si wanita menaikkan tawarannya menjadi Rp 3,5 jt. Lelaki itupun setuju.
[ads-post]
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp 3,5 jt.‎

Tiba - tiba ada perampok datang, mengacungkan clurit, merampas uang itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya dengan penuh kekhawatiran,

"Apa yang terjadi?, Kamu baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, nggak apa-apa kok. Yang diambil hanya sebuah koin penyok yg kutemukan di jalan tadi pagi..."

baca juga

>  Astaghfirullah!!! Cerita Islam; Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya !!!
>  Cerita Dibalik Cokelat Panas (SHARE DAN BAGIKAN INSPIRASI INI)
>  SUBHANALLAH..!! ANAK CACAT MISKIN YANG DERMAWAN (GAK BACA NYESEL !!!!)

Ruang Wanita, Dari Kisah diatas dapat di ambil hikmah, bahwa bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Semestinya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang tidak membawa apa-apa dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas. Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan. Apa yg sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada.!

Bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kit4 dan tidak bisa kita genggam selamanya. Hidup itu perubahan, dan pasti akan berubah. Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa.

Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an lah yang membuat kita menderita.‎ Rumahku, hartaku, istriku, suamiku, anakku.

Lahir ‎tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak membawa apa-apa dan siapa-siap. Pada waktunya "let it go". Siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat, maka dia akan selalu bahagia.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Alkisah Dimulai Dari Sebuah Koin Yang Penyok, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Cuplikan Kisah Islam Lainnya

Anak Gadisku Jangan Kau Seret Ayah dan Ibumu ke Neraka


Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta.
  • Dengan kesederhaan dan hijab syar’i-nya.
  • Dengan ketaatanmu kepada Allah semata.
  • Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saj4.

Cukuplah kau tutup auratmu..
Cukuplah kau jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidupmu..
Cukuplah do'amu selalu untukku..

Duhai putriku..

Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih Syurga Allah. Tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju Syurga-Nya.

Maka ayah akan slalu bangga memilikimu. Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu. Mudahkanlah kami menuju Syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka. selengkapnya