Anak Gadisku Jangan Kau Seret Ayah dan Ibumu ke Neraka

Anak Gadisku Jangan Kau Seret Ayah dan Ibumu ke Neraka


Ruang Wanita. ayah adalah sosok pahlawan bagi keluarganya, Tug4s Seorang Ayah bukan hanya mencari nafkah bagi keluarganya melainkan menjadi panutan bagi anak-anaknya. Ayah adalah pahlawan pertama bagi anak lelakinya dan cinta pertama seorang anak perempuannya. Cinta seorang ayah selalu tersebunyi didalam senyuman dan dan hatinya. Ayah mampu menepis air matanya karena Allah memberi bahu yang ku4t untuk menop4ng kesedihan. 

Anak Gadisku Jangan Kau Seret Ayah dan Ibumu ke Neraka
Ilustrasi

Berikut sebuah kisah inspiratif dan religi untuk direnungkan bersama, karena sejatinya kita semua adalah seorang Anak :


Duhai anakku..

Kemarin aku bertemu teman-temanku.
  • Mereka dengan bangga menceritakan anak-anaknya yang baru selesai S3.
  • Ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne.
  • Ada yang bangga karena anak semata wayangnya sudah menjadi dokter.
  • Ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer.
  • Ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl.
  • Ada yang bangga karena anaknya menjabat asisten manager.
  • Ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer.

Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua.

Bukan.. Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu.
  • Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia.
  • Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara.
  • Yang pribadinya ayah do'akan mampu menjadi anak shalihah.

Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta.
  • Dengan kesederhaan dan hijab syar’i-nya.
  • Dengan ketaatanmu kepada Allah semata.
  • Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja.

Cukuplah kau tutup auratmu..
Cukuplah kau jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidupmu..
Cukuplah do'amu selalu untukku..

Duhai putriku..

Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih Syurga Allah. Tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju Syurga-Nya.

Maka ayah akan slalu bangga memilikimu. Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.

Mudahkanlah kami menuju Syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.

Sungguh.. ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita shalihah. Sedang dunia dan rizki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah saja.

baca juga :

>  Yang selalu Rangking Ke-23 itu anakku
>  Cerita Dibalik Cokelat Panas (SHARE DAN BAGIKAN INSPIRASI INI)
>  Menjadi Ibu Dan Istri Yang Sholehah

Ruang Wanita. Hadiah yang terbaik untuk Kedua Orang Tua kita adalah anak Sholeh dan Sholeha. untuk menguatkan kisah inspiratif tersebut mari kita simak kutipan hadits-hadist tentang ganjaran memelihara dan mendidik anak perempuan  :
[ads-post]
Perama : Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  bersabda: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu” [HR Ibnu Majah (no. 3660), Ahmad (2/509) dan lain-lain, dishahihkan oleh al-Buushiri dan dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaaditsish shahiihah” (no. 1598).].

Kedua : Anak yang shaleh termasuk sebaik-sebaik usaha yang dilakukan oleh seorang mukmin dalam hidupnya, karena semua amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang shaleh pahalanya akan sampai kepada orang tuanya, secara otomatis dan tanpa perlu diniatkan, karena anak termasuk bagian dari usaha orang tuanya. Inilah makna sabda Rasulullah : “Jika seorang manusia mati maka terputuslah (pahala) amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah yang terus mengalir (pahalanya karena diwakafkan), ilmu yang terus diambil manfaatnya (diamalkan sepeninggalnya), dan anak shaleh yang selalu mendoakannya”[HSR Muslim (no. 1631)].

Ketiga : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani – semoga Allah  merahmatinya – berkata: “(Semua pahala) amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang shaleh, juga akan diperuntukkan kepada kedua orang tuanya, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala anak tersebut, karena anak adalah bagian dari usaha dan upaya kedua orang tuanya. Allah U berfirman:

{وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى}

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS an-Najm:39).

Rasulullah  bersabda: “Sungguh sebaik-baik (rezki) yang dimakan oleh seorang manusia adalah dari usahanya sendiri, dan sungguh anaknya termasuk (bagian) dari usahanya”[HR Abu Dawud (no. 3528), an-Nasa’i (no. 4451), at-Tirmidzi (2/287) dan Ibnu Majah (no. 2137), dihasankan oleh imam at-Tirmidzi dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani].

Keempat : . Hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Kelima : Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu  aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Keenam : Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

Demikian yang dapat disampaikan mengenai kisah "Anak Gadisku Jangan Kau Seret Ayah dan Ibumu ke Neraka" Semoga kisah inspiratif tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. aamiin.


sumber hadist 1 s/d 3 http://www.madinatulquran.or.id (keutamaan-anak-yang-sholeh)
Sumber hadist 4 s/d 6 : https://muslim.or.id (ganjaran mendidik dan memelihara anak perempuan)

Ruang Wanita. Ayah adalah pahlawan pertama bagi anak lelakinya dan cinta pertama seorang anak perempuannya. Cinta seorang ayah selalu tersebunyi didalam senyuman dan dan hatinya.

Posting Komentar

[blogger][facebook]

MKRdezign

{facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget